Selasa, 26 April 2011

Yuk kenalan sama pencinta mainan tradisional: Mohamad Zaini Alif & Komunitas Hong


Mendengar namanya, mungkin ada yang belum tahu dengan komunitas yang satu ini. Komunitas Hong adalah komunitas yang mempunyai tekad untuk melestarikan mainan dan permainan rakyat. Menurut sang pendiri, mengapa mengambil kata "hong" karena "hong" merupakan sebuah kata awalan saat kita sedang bermain. Ingatkah Anda, semasa kecil dulu kita sering melakukan 'hompimpa' untuk mengundi siapa yang jalan duluan. "Hong" disini merupakan awalan dari 'hompimpa' lalu menjadi "hong."

Komunitas yang didirikan sejak tahun 2003 ini, ternyata telah melakukan penelitian tentang mainan sejak tahun 1996. Adalah Mohamad Zaini Alif seorang lulusan Institut Teknologi Nasional (Itenas) dan ITB yang meraih gelar S1 dan S2-nya dalam jenjang pendidikan Desain Produk, yang mendirikan Komunitas Hong.



Rasa cintanya terhadap mainan tradisional sejak masih duduk di bangku sekolah inilah yang membawanya mendirikan komunitas dengan 150 orang anggota di dalamnya. Anggota tersebut berasal dari masyarakat berbagai usia. Dari umur 6 tahun hingga yang berusia 90 tahun sekalipun. Yang masih tergolong anak-anak biasa hanya memainkan permainan saja, sedangkan untuk yang dewasa adalah sebagai narasumber dan pembuat mainan.

Di dalam Komunitas Hong ini, mereka mengeksplor dan merekonstruksi mainan rakyat, baik mainan dari tradisi lisan ataupun tulisan berupa naskah-naskah jaman dahulu, dan berusaha memperkenalkan mainan rakyat.Menurut penuturan Mohammad Zaini Alif – ternyata terdapat sekitar 168 permainan tradisional yang telah direkonstruksi ulang loh! Wow, banyak juga ya ternyata, dan sepertinya hanya sebagian kecil saja yang kita kenali. Ada berapa mainan tradisional yang sudah direkonstruksi seperti kolecer (baling-baling yang biasa ditiup angin di sawah, terbuat dari bambu atau daun kelapa), rorodaan (sepeda-sepedaan terbuat dari bambu dan kayu), wayang dari batang singkong, gasing jajangkung (egrang ala Sunda), dan lain-lain.




Komunitas Hong juga menerapkan kegiatan-kegiatan, diantaranya:
- Pemuatan Kampung Kolecer, yatu tempat melatih mainan dan permainan rayat yang ada di Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.
- Pendirian Museum Mainan Rakyat di Bandung untuk lebih mengedepankan dan memperkenalkan mainan rakyat.
- Menyelenggarakan Festival Kolecer, yaitu festival mainan rakyat dengan berbagai upacara adat.


Nah, apa kamu makin penasaran? Buat kamu yang ingin juga melihat secara langsung bagaimana rupa dari Komunitas Hong ini, bisa mencarinya di areal Car Free Day Dago setiap hari Minggu pagi. atau kamu bisa juga kunjungi pusatnya di Bukit Pakar Utara Bandung.

Komunitas Hong
Pusat Kajian Mainan Rakyat
Pusat : Jl. Bukit Pakar Utara 35 Dago Bandung Tel. 022-2515775
Showroom : Jl. Merak 2 Bandung Tel.
Workshop: Kampung Kolecer, Kmp. Bolang desa Cibuluh Kec. Tanjungsiang Kab. Subang
Tel : 0260-480026

4 komentar:

  1. wah menarik sekali komunitas ini.... memang nasib permainan tradisional sekarang sudah memprihatinkan. Adik-adik saya sepertinya juga banyak yang tidak mengenal permainan tradisional seperti jaman saya dulu... :(

    BalasHapus
  2. mantaf banget nih kang permainannya, salam dari orang kalapa sindanglaya

    BalasHapus
  3. kang maaf saya boleh minta kontak nya untuk saya hubungin kontak WA

    BalasHapus
  4. Bingung mau ngapain? mendingan main games online bareng aku?
    cuman DP 20rbu aja kamu bisa dapatkan puluhan juta rupiah lohh?
    kamu bisa dapatkan promo promo yang lagi Hitzz
    yuu buruan segera daftarkan diri kamu
    Hanya di dewalotto
    Link alternatif :
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    BalasHapus